Ku lihat, ada penderitaan
Ku dengar, suara tangisan..
"Sudah kering kami terbakar,
tambah lagi kau acak-acak
hingga akar!" Ku sadari, mereka teriak
minta tolong
Karena bantuan umumnya
bohong.
Pasti saja minta upeti balik,
Walau habis semua yang dipetik. Dan batu-batu itu adalah
mati,
Hitam, pekat dan tak cantik!
Digunakan pun hanya jadi
nestapa,
Menambah-nambahin polusi udara..! Seandainya saja upaya dan
jerih payah,
Mengeruk tanah, menambang
SDA
Dapat dilakukan setiap insan
manusia, Untuk menyelami diri,
menyentuh hati terdalam.. Kalau saja hati manusia,
Semahal tambang emas atau
batu bara,
Mungkin kita semua akan
berbondong gotong royong
Bahu membahu menolong sesama manusia,
Dan BUKAN sesama kapitalis!
Minggu, 27 Oktober 2013
Sabtu, 28 September 2013
PENGADUAN
Terkutuklah aku mencintaimu
Karna aku bukanlah yang
terpilih
Sedang aku menghinakan diri
padamu Malaikat pun tak mampu
menulis Dalam garis takdir
yang ada
Karna ia akan dicambuk bila
mendustai tuannya Engkau seperti bintang di
langit
Aku selalu melemparimu untuk
jatuh
Tapi batu itu kembali
memukulku Aku menangis kau hanya
membisu
Kau tertawa aku terpaksa
mendengar
Benar-benar terkutuk aku! kalau tak mau bercinta
denganku
Tak perlu kau meludah sampai
aku tenggelam
Bunuh saja aku! Bagiku cinta adalah engkau
Dan bagimu cinta adalah
kepuasan
Sedang aku selalu lemah di
depanmu Andai saja ada dunia
Dimanapun...
Dan dirimu tiada...
Karna aku bukanlah yang
terpilih
Sedang aku menghinakan diri
padamu Malaikat pun tak mampu
menulis Dalam garis takdir
yang ada
Karna ia akan dicambuk bila
mendustai tuannya Engkau seperti bintang di
langit
Aku selalu melemparimu untuk
jatuh
Tapi batu itu kembali
memukulku Aku menangis kau hanya
membisu
Kau tertawa aku terpaksa
mendengar
Benar-benar terkutuk aku! kalau tak mau bercinta
denganku
Tak perlu kau meludah sampai
aku tenggelam
Bunuh saja aku! Bagiku cinta adalah engkau
Dan bagimu cinta adalah
kepuasan
Sedang aku selalu lemah di
depanmu Andai saja ada dunia
Dimanapun...
Dan dirimu tiada...
Kamis, 22 Agustus 2013
PUISI TERAKHIR UNTUKMU
Tak mampu lagi berdiri ketika
cinta tak lagi bisa kuraih
Mengapa cinta ini begitu
menyakitkan hati
Mengapa rasa rindu mendalam
ini menyiksa batin Tak mengerti dengan semua
keadaan ini terjadi
Tak tau akan bersandar pada
pundak yang telah hilang
Entah sampai kapan akan
terus begini Bukan keluh kesah yang ingin
terucap, tapi keingintauan
yang semakin lama semakin
dalam
Merendam setiap amarah
ketika pengkhianatan cinta itu terlihat
Diam dan hanya terdiam,,, tak
tau arah tujuan
Kosong ,,, satu ruang yang
dulu terisi penuh dengan
keindahan cinta Sepi ,,, terbayang masa lalu
yang hidup dan kini menjadi
mati
Gelap,,, cinta dulu yang penuh
warna hilang menjadi kelabu
Tuhan ... bila memang ini jalan darimu
Tolong bantu aku untuk kuat
menjadi laki-laki yang
tegar
Tuhan ... bila memang dia
bukanlah untukku Tolong bantu aku untuk
melepas perasaan mendalam
ini tentangnya
Aku hanya ingin melihat
kebahagiaan darinya
Meski kesakitan yang terasa olehku
Cintaku bukan karena tak
kuperjuangkan
Melainkan cintaku, aku
korbankan untuk
kebahagiaanya Aku hanya manusia yang tak
tau diri
Aku tak punyai apapun
untuknya
Cintaku yang sia-sia takkan
pernah ada balasnya Cintaku yang diam
membuatnya semakin jauh
Kini ku hanya dapat
tersenyum menahan kesakitan
ini
Dia adalah masa lalu terindahku ....
cinta tak lagi bisa kuraih
Mengapa cinta ini begitu
menyakitkan hati
Mengapa rasa rindu mendalam
ini menyiksa batin Tak mengerti dengan semua
keadaan ini terjadi
Tak tau akan bersandar pada
pundak yang telah hilang
Entah sampai kapan akan
terus begini Bukan keluh kesah yang ingin
terucap, tapi keingintauan
yang semakin lama semakin
dalam
Merendam setiap amarah
ketika pengkhianatan cinta itu terlihat
Diam dan hanya terdiam,,, tak
tau arah tujuan
Kosong ,,, satu ruang yang
dulu terisi penuh dengan
keindahan cinta Sepi ,,, terbayang masa lalu
yang hidup dan kini menjadi
mati
Gelap,,, cinta dulu yang penuh
warna hilang menjadi kelabu
Tuhan ... bila memang ini jalan darimu
Tolong bantu aku untuk kuat
menjadi laki-laki yang
tegar
Tuhan ... bila memang dia
bukanlah untukku Tolong bantu aku untuk
melepas perasaan mendalam
ini tentangnya
Aku hanya ingin melihat
kebahagiaan darinya
Meski kesakitan yang terasa olehku
Cintaku bukan karena tak
kuperjuangkan
Melainkan cintaku, aku
korbankan untuk
kebahagiaanya Aku hanya manusia yang tak
tau diri
Aku tak punyai apapun
untuknya
Cintaku yang sia-sia takkan
pernah ada balasnya Cintaku yang diam
membuatnya semakin jauh
Kini ku hanya dapat
tersenyum menahan kesakitan
ini
Dia adalah masa lalu terindahku ....
Rabu, 31 Juli 2013
~TANGISAN JIWA~
Ribuan kata tak akan mampu menuturkan duka yang kualami Jutaan rasa tak akan mampu melukiskan lara hati yang kurasa Ratusan purnama tak akan mampu menggantikan hari- hariku yang telah lalu. Dimana bahagia pernah menghampiriku ketika ia bersamaku….bersama menentang badai, bersama menatap matahari..bersama mengintip malam. Luka mampu kubalut, kesedihan kujadikan rona dalam hidup, derita dan tangis kuubah menjadi irama jiwaku….saat bersamanya!!!!! Tapi sekarang ia pergi… bersama angin mengembara… terbang jauh. Dan aku tak pernah tahu apakah ada niatnya untuk kembali bersamaku mengarungi lautan duka dan sungai airmata. Ia adalah matahari hidupku….hidupku gelap tanpanya Ia adalah purnama hidupku… hidupku kelam tanpanya Ia adalah lagu jiwaku…jiwaku hampa tanpanya Gemericik air sudah tak mampu kudengar Sejuknya angin sudah tak mampu kurasa Hangatnya mentari sudah tak mampu kunikmati Aku buta dalam penglihatanku Aku kaku dalam duniaku Aku mati dalam jiwaku Ia telah pergi…mewujudkan keinginannya…mencapai impiannya..menembus malam… menantang matahari…menguji kekuatannya..meninggalkanku seorang diri… Ia telah pergi..membawa semua cintaku…semua asaku Tak pernah kuduga ia tega meninggalkanku dalam dunia ciptaanya Ia ajak aku kedunia yang baru…yang membuatku bagaikan seorang dewi kebahagiaan yang dipenuhi aroma cinta. Dewi malam pernah tertunduk malu manatap sinar wajahku Matahari pernah takluk dikakiku manatap pesona jiwaku Burung-burung membisu menyaksikan keceriaanku mengalahkan ribuan syair cinta yang dialunkan seoarang bidadari Rusna latifah: Tapi itu hilang dalam semalam…ketika kurasakan ia kan meninggalkanku…tanpa kata- kata… Dan ia benar-benar telah meninggalkankau karena cintanya… Ia enggan membawaku..ia campakkan aku kembali keduia nyata yang dipenuhi duka..derita dan air mata. Kebahagiaanku kurasa bagaikan sembilu Keceriaanku bagaikan gerhana Tak ada yang dapat kunikmati tanpanya…aku adalah orang pertama yang berenang dalam genangan airmataku..dan aku tahu ini tak ada akhir.. Bahkan aku ragu apakah Tuhanku mampu mengakhiri lukaku..deritaku…tanpa kematian jiwaku
Ribuan kata tak akan mampu menuturkan duka yang kualami Jutaan rasa tak akan mampu melukiskan lara hati yang kurasa Ratusan purnama tak akan mampu menggantikan hari- hariku yang telah lalu. Dimana bahagia pernah menghampiriku ketika ia bersamaku….bersama menentang badai, bersama menatap matahari..bersama mengintip malam. Luka mampu kubalut, kesedihan kujadikan rona dalam hidup, derita dan tangis kuubah menjadi irama jiwaku….saat bersamanya!!!!! Tapi sekarang ia pergi… bersama angin mengembara… terbang jauh. Dan aku tak pernah tahu apakah ada niatnya untuk kembali bersamaku mengarungi lautan duka dan sungai airmata. Ia adalah matahari hidupku….hidupku gelap tanpanya Ia adalah purnama hidupku… hidupku kelam tanpanya Ia adalah lagu jiwaku…jiwaku hampa tanpanya Gemericik air sudah tak mampu kudengar Sejuknya angin sudah tak mampu kurasa Hangatnya mentari sudah tak mampu kunikmati Aku buta dalam penglihatanku Aku kaku dalam duniaku Aku mati dalam jiwaku Ia telah pergi…mewujudkan keinginannya…mencapai impiannya..menembus malam… menantang matahari…menguji kekuatannya..meninggalkanku seorang diri… Ia telah pergi..membawa semua cintaku…semua asaku Tak pernah kuduga ia tega meninggalkanku dalam dunia ciptaanya Ia ajak aku kedunia yang baru…yang membuatku bagaikan seorang dewi kebahagiaan yang dipenuhi aroma cinta. Dewi malam pernah tertunduk malu manatap sinar wajahku Matahari pernah takluk dikakiku manatap pesona jiwaku Burung-burung membisu menyaksikan keceriaanku mengalahkan ribuan syair cinta yang dialunkan seoarang bidadari Rusna latifah: Tapi itu hilang dalam semalam…ketika kurasakan ia kan meninggalkanku…tanpa kata- kata… Dan ia benar-benar telah meninggalkankau karena cintanya… Ia enggan membawaku..ia campakkan aku kembali keduia nyata yang dipenuhi duka..derita dan air mata. Kebahagiaanku kurasa bagaikan sembilu Keceriaanku bagaikan gerhana Tak ada yang dapat kunikmati tanpanya…aku adalah orang pertama yang berenang dalam genangan airmataku..dan aku tahu ini tak ada akhir.. Bahkan aku ragu apakah Tuhanku mampu mengakhiri lukaku..deritaku…tanpa kematian jiwaku
Langganan:
Komentar (Atom)